NEWS Bank


Bank ANZ Meresmikan Cabang Baru Di Medan

Posted by Redaksi on Juni 21, 2010 ·

Direktur Perbankan Ritel ANZ Indonesia Anthony Soewandy (tengah) bersama Ketua Tim Pengawasan Bank Bank Indonesia Regional Sumut-Aceh Iramady Irdja (kiri) dan Hasan Lukman, Up Country Branch Head ANZ (kanan) menggunting pita tanda diresmikannya kantor cabang kedua ANZ di Medan yang terletak di Jalan Imam Bonjol Medan Senin (21/6). (Berita Sore/Hj Laswiyati Wakid)

MEDAN (Berita): Setelah PT ANZ Panin Bank (ANZ) mengakuisisi (mengambil alih saham) RBS Bank di Indonesia yang selesai 12 Juni 2010, kini ANZ meresmikan 18 cabang baru hasil akuisisi tersebut, satu di antaranya di Jalan Imam Bonjol Medan.

“Peresmian cabang baru ANZ Medan Imam Bonjol merupakan pertama di luar Jawa dan cabang kedua di Medan setelah cabang di Jalan Diponegoro Medan,” kata Anthony Soewandy, Direktur Perbankan Ritel ANZ Indonesia kepada wartawan di sela peresmian kantor tersebut Senin [21/06] yang ditandai dengan membuka selubung nama dan menggunting pita. Selain Anthony, ikut juga menggunting pita Ketua Tim Pengawasan Bank Bank Indonesia Regional Sumut-Aceh Iramady Irdja.

Saat itu juga hadir Wealth Management Product and Research Head ANZ Dennis Roy Sangkilawang dan Hasan Lukman, Up Country Branch Head ANZ. Anthony menjelaskan cabang baru ANZ Medan Imam Bonjol merupakan salah satu dari 28 cabang yang dibuka di Indonesia. ANZ menambah 18 cabang baru dari hasil akuisisi bisnis perbankan ritel, wealth management, komersial dan private bank Royal Bank Scotlandia Indonesia (RBS).”Sebelumnya ANZ tidak bermain di retail, tapi sejak mengakuisisi RBS maka ANZ juga komitmen terhadap retail banking,” katanya.

Menurut Anthony, pihaknya yakin akan prospek pertumbuhan ekonomi di Medan. Penambahan cabang baru di Medan dapat memberikan akses pelayanan lebih mudah dan lebih baik kepada nasabah. ANZ sendiri telah beroperasi di Medan sejak tahun 2007 dan dengan pertumbuhan yang positip ini dapat memberikan membuka cabang kedua di kota ini. “Kami juga yakin bahwa daerah ini sangat penting bagi perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Tahun 2008, katanya, ANZ hanya memiliki dua kantor cabang di Indonesia yakni satu di Jakarta dan satu di Medan. Namun dalam dua tahun pertambahan kanor signifikan yakni tahun 2010 ANZ memiliki 28 kantor cabang  induk. Dalam dua tahun ini  ANZ juga menginvestasikan 75 juta dolar AS di Indonesia dan negara ini merupakan ketiga terbesar setelah China serta India dengan penduduk terbanyak yang berpotensi besar buat investasi perbankan.

Akuisisi RBS di Indonesia yang selesai 12 Juni, jelas dia, melengkapi akuisisi di enam negara yakni Singapura, Hongkong, Taiwan, Philipina dan Vietnam. Indonesia negara keenam yang selesai proses akuisisinya. Dengan akuisisi itu, ANZ kini memiliki 56 ATM yang dapat mengakses lebih dari 20.000 ATM di seluruh Indonesia.

Pada Agustus 2009, ANZ Group mengakuisisi beberapa aset RBS di Asia yang diperkirakan senilai 550 juta dolar AS. Melalui akuisisi ini ANZ Group memiliki tambahan 49 kantor, lebih dari 3.000 pegawai, pinjaman lebih 3 miliar dolar AS dan tabungan 6,5 miliar dolar AS untuk 1,6 juta nasabah. Kini saham PT ANZ Panin Bank (ANZ) sebesar 85 persen dimilkiki ANZ Panin, 15 persen Panin sendiri. Namun ANZ juga memiliki saham sebesar 38,5 persen di Bank Panin Tbk.

Secara nasional, tambah dia, ANZ ditambah RBS memiliki dana pihak ketiga (DPK) Rp16 triliun dengan aset Rp22 triliun. Target DPK tahun ini bisa tumbuh 16,5 persen dari tahun lalu.  Persentase kredit yang disalurkan (LDR) mencapai 80 perse dengan kredit bermasalah (NPL) 1,53 persen.

Untuk nasabah retail and wealth, katanya, ANZ berpedoman dalam berusaha untuk selalu memahami kebutuhan nasabahnya dan ingin membangun hubungan jangka panjang dari hanya sekadar menjual produk. Hal ini didukung oleh posisi ANZ Group sebagai salah satu dari hanya 11 bank teraman di dunia yang memiliki rating AA.

Di cabang baru ini, ANZ juga menyediakan layanan Signature Priority Banking (sebelumnya bernama ANZ Priority) dengan menawarkan berbagai produk perbankan dan wealth management bagi para nasabah affluent.

Ia menambahkan ANZ Group beroperasi di Indonesia sejak tahun 1973 dan kini menawarkan beraneka layanan jasa perbankan lengkap yang mencakup ritel, wealth management, komersial, perbankan institusional dan privae bank. ANZ Group adalah salah satu investor Australia terbesar di Indonesia yang  telah menginvestasikan dananya lebih dari 75 juta dolar AS di Indonesia.

Pengamanan Bank

Ketua Tim Pengawasan Bank Bank Indonesia Regional Sumut-Aceh Iramady Irdja meminta bank ini senantiasa hati-hati terhadap perampokan dan untuk menjaga bank jangan hanya dibebankan kepada polisi saja. “Pegawai bank sendiri yang menjaga banknya dari perampokan,” kata Iramady seraya menyebut dalam dua tahun ini saja ada 6-7 kejadian perampokan bank di Medan sekitarnya.

Kalau perampokan selalu terjadi hari Jum’at siang, menurut Iramady, kini perampoknya lebih pintar karena perampokan minggu lalu justru terjadi hari Selasa siang. Untuk itu Iramady minta Satpam bank jangan merangkap tugas sebagai customer service.

Iramady juga menyatakan komitmen ANZ yang retail banking hendaknya dapat membantu pertumbuhan ekonomi Sumut yang didominasi oleh perkebunan. Sebab jika tidak didukung dengan bank yang retail maka diprediksi dalam 10 tahun lagi, ekonomi Sumut bisa ketinggalan dengan Riau.

Khsusus pengaduan nasabah, Iramady melihat jumlahnya meningkat dan di seluruh Indonesia, sebanyak 30 persen pengaduan nasabah ada di Medan. Ia minta pengaduan nasabah hendaknya diselesaikan dulu di bank, jika tidak bisa baru diserahkan ke BI. (wie)

ANZ Incar 80% Saham di ANZ Panin Bank

Jum’at, 18 Juni 2010 – 13:19 wib
Candra Setya Santoso – Okezone
 

Logo ANZ. Foto: Candra/okezone.com
JAKARTA – Usai akuisisi RBS Indonesia, ekspansi ANZ di Indonesia juga diperkuat dengan rencana akuisisi saham PT Pan Indonesia Bank Tbk.”Nantinya ANZ mau menambah kepemilikan sahamnya di ANZ Panin. Itu masih dalam proses di regulator. Saat ini kepemilikan saham ANZ Group di ANZ Panin Bank adalah 80 persen, sisanya dimiliki oleh Panin Bank sebesar 15 persen,” ujar CEO ANZ untuk Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Alex Thursby saat ditemui wartawan di kantor Cabang ANZ, Djuanda, Jakarta, Jumat (18/6/2010). 

Tak Ayal, rencana ANZ Group berencana untuk membeli 14 persen saham ANZ Panin Bank yang dimiliki oleh Pann Bank. Kendati manajemen belum bisa memastikan kapan waktu pastinya. “Saya rasa bisa di tahun ini (penambahan saham), kami optimistis menjadi bank asing nomor satu di Indonesia,” cetus Alex.

Saat ini ANZ telah menguasai 38,5 persen saham Panin. Sedangkan tambahan saham yang diincar adalah milik keluarga Gunawan yang memegang 44,68 persen saham Bank Panin dengan estimasi akuisisi mencapai USD1,4 miliar. Kabarnya untuk akuisisi ini, ANZ telah menunjuk Morgan Stanley untuk menjadi penasihat keuangan.

Padahal awal tahun lalu, ANZ juga telah mengakuisisi sebagian saham Panin di pasar. Akuisisi ini mencakup 8,4 persen saham Panin dengan nilai USD114 juta. Sehingga, saat ini perusahaan yang berbasis di Australia dan Selandia Baru ini menguasai 38,3 persen saham di Panin Bank.

Rencana Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT ANZ Panin Bank (ANZ Panin) berjalan mulus. Soalnya, beberapa waktu lalu PT Panin Bank Tbk (Bank Panin) mengumumkan rencana melepas 14 persen sahamnya kepada ANZ.

Bila terealisasi kepemilikan Panin Bank tinggal satu persen. Sedang kepemilikan ANZ, yang menjadi pembeli siaga, meningkat dari 85 persen menjadi 99 persen. Jumlah saham yang dijual sebanyak 7.000 saham.(wdi)

 

ANZ Kucuri Ultrajaya Rp130 M

Kamis, 4 Februari 2010 – 17:28 wib
 

Foto: Ist.
JAKARTA – PT ANZ Panin Bank (ANZ) memberikan pinjaman bilateral senilai Rp130 miliar kepada PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (Ultrajaya). Pinjaman ini merupakan dukungan ANZ terhadap pertumbuhan sektor makanan dan minuman di Indonesia. 

“Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja umum dan membiayai pertumbuhan kapasitas produksi bisnis Ultrajaya,” kata Presiden Direktur Ultrajaya Sabana Prawirawidjaja di Wisma ANZ Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Melalui kerja sama ini, lanjut Sabana, perseroan dapat memperluas kemitraan bisnis dengan ANZ. Ultrajaya juga mengganggap ANZ sebagai salah satu mitra strategis untuk pembiayaan pertumbuhan bisnis perseroan.

Ultrajaya adalah produsen utama minuman, makanan dan produk susu di Indonesia. Hal ini membuat Ultrajaya menjadi produsen yang terpercaya dan dapat diandalkan untuk konsumen di seluruh negeri.

Wakil Presiden Direktur ANZ Mark Dawson mengatakan sebagai salah satu bank terdepan di dunia dan merupakan salah satu bank internasional terbesar di Asia Pasifik, pihaknya berkomitmen untuk mendukung korporasi dalam meningkatkan profit perseroan.

“Ultrajaya sudah lama dikenal sebagai perusahaan terkemuka di bidang makanan dan minuman. Selain itu, Ultrajaya adalah mitra yang tepat untuk meningkatkan portofolio klien korporat kami, terutama di sektor makanan dan minuman. Industri makanan dan minuman sangat berkembang positif di Indonesia. Negara ini memiliki populasi yang besar dan juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat pada produk-produk nutrisi,” kata Dawson.(Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

ANZ Kucuri Bank of Tianjin 832 Juta Yen

Jum’at, 12 November 2010 – 14:47 wib
Widi Agustian – Okezone
 

Ilustrasi
JAKARTA – ANZ kembali mengeluarkan investasi sebesar 832 juta yen, setara dengan 126 juta dolar Australia untuk Bank of Tianjin (BOT). Hal itu dilakukan untuk mendukung peningkatan pertumbuhan strategis bank tersebut. 

BOT berusaha mencari modal sebesar 4,2 miliar yen atau 629 juta dolar Australia dari sejumlah pemegang sahamnya, juga dari pihak yang mau menjadi investor barunya. Saham baru akan diterbitkan dengan nilai 5,20 yen per saham. Harga ini berdasarkan nilai buku perseroan per 31 Desember 2009 yang 15,6 miliar yen setara dengan 2,3 miliar dolar Australia.

Dengan investasi tambahan ini, berarti ANZ mempertahankan porsi kepemilikannya saat ini yang sebesar 20 persen di BOT. Sebelumnya ANZ juga mengucurkan dananya sebesar 1,65 miliar yen aau 250 juta dolar Australia kepada Shanghai Rural Commercial Bank (SRCB).

“Tambahan investasi dari ANZ ke BOT dan SRCB menunjukkan komitmen kami ke China dan kemitraan strategis kami,” jelas CEO ANZ Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Alex Thursby dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (13/11/2010).

Kerja sama ANZ dengan BOT dalam rangka menyediakan akses ke ritel dan usaha kecil dan menengah (UKM) di Bohai Economic Region, yang merupakan daerah pusat ekonomi di Selatan China dan merupakan area yang difokuskan untuk investasi oleh Pemerintah China.

ANZ menjalin kemitraan strategis dengan BOT pada 2006 dengan nilai investasi sebesar 159 juta Australia. ANZ adalah pemegang saham BOT terbesar kedua setelah Pemerintah Tianjin.(wdi)

Bidik Nasabah Ritel, Anz Panin Rangkul Generali Indonesia

Kamis, 9 Desember 2010 – 10:20 wib
Yuni Astutik – Okezone
 

Logo Bank ANZ. Foto: Ade/okezone
JAKARTA – PT ANZ Panin Bank (ANZ) bersama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan produk bancassurance, ultimate balance protection (UB Pro) untuk membidik nasabah ritel ANZ di Indonesia. 

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Ritel Perbankan ANZ Anthony Soewandy dan Presiden Direktur Generali Indonesia, Edy Tuhirman, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

“ANZ memiliki komitmen untuk terus mendukung kebutuhan finansial para nasabah. Dengan produk ini, nasabah dapat memiliki investasi sesuai Dengan profil risiko dan nilai return investasi yang menarik,” jelas Anthony.

Sekedar informasi, ANZ group merupakan salah satu bank terdepan di dunia dan bank internasional terbesar di Asia Pasifik yang beroperasi sejak 1973 melalui kantor perwakilannya di Indonesia. Anz group juga merupakan satu dari 10 bank di dunia yang memiliki predikat kredit jangka panjang AA.

Sedangkan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia merupakan bagian dari Generali Group yang didirikan di Trieste, Italia pada tahun 1831, serta didukung lebih dari 100 ribu karyawan yang melayani 70 juta klien di 68 negara.

“Melalui kerja sama ini, kami dapat memperluas kemitraan bisnis dengan ANZ dalam menawarkan produk-produk berkualitas kepada nasabah ANZ untuk perlindungan jiwa dan pengelolaan investasi dengan cara yang mudah,” ungkap Edy.(ade)

ANZ-Jiwasraya Kerja Sama Bancassurance Rp500 M

Senin, 8 November 2010 – 13:43 wib
 

ilustrasi Foto: Corbis
JAKARTA – PT Australia and New Zealand Bank (ANZ Panin) bekerja sama dengan PT Asuransi Jiwasraya menjual produk asuransi (bancassurance). Kerja sama tersebut menargetkan premi sebesar Rp500 miliar. 

“Premi itu akan dikejar dalam waktu tiga bulan mendatang,” ungkap Direktur Ritel ANZ Bank Anthony Soewandy selepas acara Perjanjian Kerja Sama Bancassurance PT Asuransi Jiwasraya dan ANZ Bank, di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin (8/11/2010).

Sinergi bisnis ini dilakukan sebagai bentuk pengembangan produk dan layanan bagi kedua pihak untuk lebih meningkatkan penetrasi pasar dalam bentuk bancassurance. Dengan adanya produk ini maka nasabah ritel ANZ selain bisa mendapatkan hasil investasi yang maksimal melalui produk perbankan sekaligus mendapatkan jaminan proteksi dari Jiwasraya.

Menurut Anthony, program kemitraan ini merupakan komitmen dari ANZ dalam memberikan produk terbaik bagi nasabah ANZ di Indonesia. Selain itu, ANZ memilih Jiwasraya karena merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah yang memiliki produk dan kinerja bisnis yang baik. “Sehingga kerja sama ini akan melengkapi kebutuhan finansial nasabah kami,” tambahnya.

Target premi sebesar Rp500 miliar tersebut akan mengontribusikan sebesar lima persen dari total dana kelolaan wealth management perseroan di akhir tahun.

Akhir tahun ini, ANZ menargetkan dana kelolaan wealth management sebesar Rp11 triliun. Nilai tersebut naik tipis dari pencapaian sebesar Rp10 triliun di akhir Oktober lalu. “Tapi jika digabung dengan dana pihak ketiga, totalnya mencapai sekira Rp20 triliun. Setengahnya dikontribusikan dari produk wealth management,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim menegaskan upaya sinergi bisnis yang dilakukan perseroan dengan ANZ merupakan terobosan sinergi antara BUMN dengan joint venture.

Selama ini Jiwasraya juga telah melakukan kerja sama bancassurance dengan beberapa bank terkemuka lainnya. “Tapi premi sebesar Rp500 miliar merupakan 20 persen dari target premi perseroan dari bancassurance kami,” jelas Hendrisman.

Hingga Oktober lalu, premi Jiwasraya sebesar Rp3,2 triliun. Hingga akhir tahun perseroan menargetkan premi sebesar Rp3,9 triliun. Nilai tersebut naik 40 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp1,84 triliun.

Untuk mencapai target tersebut perseroan akan mengoptimalkan semua channel bisnis baik dari kantor cabang, agen umum, bancassurance, sinergi aliansi dan telemarketing.

Dari sisi produk, Jiwasraya akan tetap mempertahankan produk tradisional dan produk unitlink sebagai kontribusi utama bisnisnya. Selain bisnis perseroan masih ditopang oleh produk bancassurance dan asuransi kumpulan (group insurance). Hingga September lalu, laba Jiwasraya sebesar Rp71 miliar dan aset Rp6,1 triliun.(adn)
(Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

September, Underlying Profit ANZ USD5 Miliar

Kamis, 28 Oktober 2010 – 13:02 wib
Widi Agustian – Okezone
Ilustrasi
JAKARTA – ANZ mencatatkan underlying profit sebesar USD5 miliar per September 2010 atau naik 33 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Dengan demikian, untuk tahun ini perusahaan paling tidak meraup keuntungan sebesar USD4,5 miliar atau naik 53 persen (yoy). 

Selanjutnya, perseroan juga mengusulkan kenaikan dividen sebesar 74 sen per saham, atau 32 persen lebih tinggi dari dividen tahun 2009, sehingga total dividen untuk 126 sen per saham.

“ANZ adalah sebuah perusahaan yang baik bagi pemegang saham dan tempat yang lebih baik bagi pelanggan kami untuk melakukan bisnis,” kata ANZ Chief Executive Officer Mike Smith dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Di mana kinerja yang kuat di sektor perbankan dengan seluruh wilayah dan keuntungan Divisi mengangkat kinerja perusahaan, modal tier 1 naik 10,1 persen dengan Core Tier 1 capital delapan persen. Simpanan nasabah tumbuh 11 persen akibat pada pertumbuhan yang kuat di Australia dan Asia Pasifik Eropa serta Amerika (APEA).

Underlying profit naik 33 persen didorong oleh pertumbuhan enam persen dalam laba sebelum provisi (PBP) dan reduksi sebanyak 40 persen. Underlying EPS meningkat 18 persen.

Pendapatan meningkat 10 persen, dan ekspansi naik 15 persen yang mencerminkan akuisisi dan investasi berkelanjutan dalam pertumbuhan. Disesuaikan dengan dampak dari akuisisi dan FX (pro forma) tiga pendapatan tumbuh tujuh persen dan beban naik delapan persen.

Kredit tumbuh empat persen, sebagian besar didorong oleh bisnis ritel di Australia dan bisnis Ritel dan Kelembagaan di APEA. Laba bersih tercatat USD2,7 miliar,atau naik 19 persen (half on half/hoh). Pendapatan diperkirakan naik sembilan persen dan PBP momentum naik empat persen.(wdi)

ANZ Bidik Dana yang Parkir di Luar Negeri

Rabu, 30 Juni 2010 – 11:52 wib
Rohmat – Okezone
Logo ANZ. Foto: Ade/okezone.com
DENPASAR – PT ANZ Panin Bank (ANZ) membidik dana-dana yang banyak diparkir di luar negeri agar bisa ditarik guna membangun perekonomian di dalam negeri. 

“Ya kita tahulah, cukup banyak dana warga negara Indonesia yang diparkir di luar negeri seperti Singapura, New Zealand, Amerika dan negara lainnya,” terang Direktur Perbankan Ritel PT ANZ Panin Bank Indonesia Anthony Soewandy, di sela pembukaan kantor cabang baru ANZ, di Denpasar, Rabu (30/6/2010).

Dana-dana tersebut jumlahnya besar sehingga cukup potensial, dan sejauh ini pihaknya sudah mampu menarik sebagian dari dana tersebut. “Kami bisa tunjukkan bahwa menyimpan dana di dalam negeri cukup aman,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini banyak warga yang memarkir dananya di luar negeri sejak tiga tahun terakhir. Di mana nasabah asal Indonesia yang menyimpan yang di luar negeri, yakni seperti Singapura meningkat 25 persen.

Dikatakan dia, sejauh ini ANZ sudah berhasil menarik sekira 80 persen nasabah yang memarkir dananya di luar negeri. Saat ini, total aset ANZ mencapai Rp22 triliun.

“Dana terparkir di luar negeri merupakan kekuatan finansial kami, mereka merasa aman di luar negeri, kami tunjukkan bahwa meletakkan dana di dalam negeri itu aman, kami sudah bisa tunjukkan,” kata Anthony.

Dengan jumlah nasabah sekira 900 orang yang tersebar di 28 cabang di 11 kota di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Makasar hingga Manado.

Dipilihnya Bali sebagai cabang baru, ujar dia karena memiliki kedekatan dengan kantor ANZ di Melbourne(Australia). Denpasar cukup potensial, karenanya kehadiran ANZ diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah dan semua pihak sehingga bisa memberi kontribusi bagi masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Wijoyo Santosa Deputi Pimpinan Bank Indonsia Bali dan CEO ANZ Indonesia Joseph Abraham. Dalam kesempatan itu Joseph menyatakan cabang baru di Denpasar, bukti keyakinan ANZ akan potensi pertumbuhan ekonomi di Denpasar dan wilayah Bali.

Pihaknya menawarkan aneka layanan jasa perbankan lengkap mencakup ritel wealth managemen, komersial, perbankan institusional dan private bank. ANZ adalah salah satu investor terbesar di Indonesia yang dalam kurun 12 bulan telah menginvestasikan kapital lebih dari USD75 juta di Indonesia.(ade)

Ekspansi, ANZ Group Target Tambah Pendapatan 20%

Jum’at, 18 Juni 2010 – 10:31 wib
Candra Setya Santoso – Okezone
 

Ilustrasi
JAKARTA – ANZ group menargetkan tambahan pendapatan sebesar 20 persen dari ekspansi yang dilakukannya di Asia Pasifik. 

“ANZ grup bertujuan untuk menjadi bank paling kuat di wilayah Asia Pasifik dan menjadi bank teratas nomor empat di Asia. Tujuan ini membutuhkan perluasan kehadiran kami di wilayah Asia Pasifik hingga sekira 20 persen dari pendapatan kami pada 2012,” ujar CEO ANZ untuk Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Alex Thursby saat ditemui wartawan di kantor Cabang ANZ, Djuanda, Jakarta, Jumat (18/6/2010).

ANZ juga baru saja mengumumkan underlying profit sebesar 2,3 miliar Australia dolar untuk periode enam bulan hingga 31 Maret 2010, meningkat 20 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ANZ group juga harus merogoh kocek yang cukup dalam atas akuisisi beberapa aset RBS di Asia yang diperkirakan senilai USD550 juta.

“Akuisisi ini meliputi bisnis ritel, wealth, dan komersial RBS di Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Indonesia, bisnis perbankan institusional di Taiwan, Filipina, dan Vietnam, serta bisnis private di Indonesia dan Taiwan,” ungkapnya.

Melalui akuisisi ini, ANZ group memiliki tambahan 49 kantor cabang, lebih dari 3.000 pegawai, serta pinjaman lebih dari USD3 miliar dan tabungan senilai lebih dari USD6,5 miliar untuk sejumlah 1,6 juta nasabah.(wdi)

ANZ Rampungkan Akuisisi RBS di 6 Negara Asia

Jum’at, 18 Juni 2010 – 09:44 wib
Candra Setya Santoso – Okezone
 

Logo ANZ. Foto: WordPress
JAKARTA – ANZ resmi menyelesaikan proses akuisisi Royal Bank of Scotland (RBS) di enam negara Asia, termasuk Indonesia. Sehubungan dengan akuisisi tersebut, ANZ kini menguasai 28 kantor cabang di 11 kota besar di Indonesia yang semula dimiliki oleh RBS. 

“Dengan selesainya proses akuisisi atas bisnis retail, commercial, dan private banking Royal Bank of Scotland (RBS) di Indonesia. Hal ini menandai rampungnya seluruh proses akusisi bisnis RBS oleh ANZ di enam negara di Asia,” ujar CEO ANZ untuk Asia, Pasifik dan Amerika, Alex Thursby saat ditemui wartawan di kantor Cabang ANZ, Djuanda, Jakarta, Jumat (18/6/2010).

Saat ini, ANZ meresmikan pembukaan kantor cabang utamanya, yang merupakan satu dari 19 kantor cabang ANZ yang dibuka untuk bisnis di Indonesia.

Menurut Alex, dengan selesainya proses akuisisi RBS, ANZ kini memiliki bisnis berskala besar di Indonesia dengan 28 kantor cabang di 11 kota besar, sehingga dapat memberikan layanan perbankan retail yang fokus pada hubungan nasabah dari kalangan atas (affluent retail clients).

“ANZ memiliki lebih dari 900 ribu nasabah di Indonesia, dan kami akan terus berinvestasi untuk mendukung nasabah kami di di pasar utama ANZ termasuk Indonesia,” tambahnya.

Alez mengatakan, Indonesia merupakan pasar keenam dan terakhir, dimana bisnis RBS telah bertransisi menjadi ANZ, setelah selesainya proses akuisisi di Filipina, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.

“Kami telah menyelesaikan proses akuisisi RBS di seluruh enam negara, sehingga akan mempercepat pelaksanaan strategi regional kami yang jitu serta pengembangan basis usaha yang kuat untuk bisnis perbankan ritel, wealth, dan commercial kami di seluruh wilayah,” kata Alex.

Menurutnya, prioritas utama ANZ saat ini adalah untuk memperkuat hubungan dengan para nasabah RBS terdahulu di seluruh wilayah Indonesia.ANZ telah mentransformasi 18 kantor cabang dan 29 ATM RBS di Indonesia dengan brand ANZ, serta proses pemindahan para nasabah dan karyawan RBS menjadi ANZ juga berlangsung tanpa gangguan yang berarti. ANZ juga akan membuka satu kantor cabang baru di Palembang, Sumatera Selatan, sehingga ANZ akan memiliki 28 kantor cabang di 11 kota besar di Indonesia.

“Nasabah RBS yang terdahulu akan tetap dilayani oleh relationship manager yang sama dan akan terus dapat memiliki akses ke kantor cabang, ATM, layanan perbankan online serta 17 ribu jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia. ANZ juga meluncurkan ANZ Signature Priority Banking yang memberikan layanan berupa relationship manager yang berdedikasi untuk tiap nasabah kelas atasnya (affluent retail customers) didukung oleh layanan perbankan lengkap termasuk wealth management,” papar Alex.(wdi)

ANZ Beli Unit-unit RBS di Asia

Selasa, 4 Agustus 2009 – 12:33 wib
Rani Hardjanti – Okezone
 

(Reuters)
SYDNEY – Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) sepakat untuk membayar USD550 juta untuk membeli beberapa unit Royal Bank of Scotland (RBS) di Asia. Pembelian dilakukan untuk memperkuat posisi ANZ di kawasan Asia. 

Pembelian itu akan memberikan ANZ akses terhadap 54 cabang di seluruh Asia, dengan USD3,2 miliar pinjaman dan USD7,1 miliar simpanan. Transaksi ini akan semakin memantapkan ANZ sebagai bank terbesar di kawasan regional, dengan mematok bank berpendapatan terbesar nomor lima di Asia pada 2012.

“Ini adalah sebuah hasil yang kokoh untuk ANZ yang mengonsolidasikan strategi pertumbuhan ke Asia dan memberikan kepercayaan terhadap ambisinya untuk menjadi kelompok besar di kawasan,” ujar Ben Potter, analis IG Markets, dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2009).

ANZ menyebut harga yang dibayar setara dengan 1,1 kali nilai buku bersih, lebih besar dibandingkan 0,8 kali yang dibayarkan Commonwealth Bank of Australia Ltd untuk unit HBO Australia.

ANZ mengatakan membeli bisnis retail dan komersial RBS di Taiwan, Singapura, Indonesia, dan Hong Kong. ANZ juga akan membeli institusi bisnis RBS di Taiwan, Filipina, dan Vietnam.

“Akuisisi ini mempengaruhi kapabilitas kami di kawasan Asia. Kami meyakini dengan sumber daya manusia (SDM) karyawan RBS mampu berakselerasi dengan strategi superregional dan melanjutkan pelayanan kepada konsumen,” ujar Chief Executive ANZ Mike Smith dalam pernyataannya seperti dikutip CNBC.com.

ANZ menaikkan sebesar USD2 miliar penjualan sahamnya pada Mei lalu untuk mendanai akuisisi dan memperkuat neracanya.(jri)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: