BI Terima 15.097 Pengaduan Penipuan Transfer Bank


JAKARTA: Selama tahun 2007-semester 1 tahun 2010, (BI) menerima 15.097 pengaduan nasabah 10 terbesar di atas transfer antarrekening perbankan.

Dari total pengaduan tersebut, kerugian tercatat sebanyak Rp87 miliar dari 10.517 pengaduan. Sedangkan sisa 4.580 pengaduan tidak tercatat nilainya.

Hal tersebut diungkapkan Mediator Madya Senior Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan BI Sondang Martha Samosir di Gedung BI, Jakarta, Senin (20/12).  “Sejak 2007 hingga 2010 semester 1, jumlah kasus transfer rekening berdasarkan laporan 10 besar itu mencapai 15.097 kasus,” ungkapnya.

Sondang menjelaskan, pada umumnya pengaduan kasus tersebut merupakan pengaduan nasabah yang tertipu karena diminta melakukan transfer uang antarrekening, misalnya undian berhadiah fiktif dan dengan perintah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu.

“Penipu biasanya menggunakan identitas fiktif pada rekeningnya itu. Rekening itu kemudian digunakan sebagai penampung hasil kejahatan,” katanya.

Upaya untuk melindungi nasabah dari tersebut, BI memiliki keberanian dalam melakukan terobosan hukum untuk dapa melakukan pemblokiran rekening, pengembalian dana, dan penutupan rekening yang diatur dalam bye-laws yang diterapkan mulai 1 Desember 2009 lalu. Dalam bye-laws pemblokiran rekening, memiliki pedoman untuk penanganan pengadian nasabah yang menjadi korban .

“Kita bersama , PPATK (Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan), dan kepolisian mengatur sebuah skema bye-laws atau koordinasi di mana tidak perlu ketentuan hukum pasti untuk memblokir sebuah rekening,” katanya.

Namun begitu, Sondang meminta penerima laporan atau penerima dana agar menerapkan prinsip kehati-hatian untuk memitigasi resiko hukum dengan melakukan investigasi, seperti meneliti profil nasabah dan mengunjungi alamat nasabah untuk memverifikasi kebenaran identitas nasabah tersebut.

Jika ada indikasi tindak pidana atau data nasabah penerima dana fiktif, bisa membekukan sementara rekening tersebut. Bahkan jika sisa kejahatan hasil dana masih ada, boleh mengembalikan dana tersebut ke nasabah pengirim yang menjadi korban.

Lebih lanjut Sondang mengungkapkan bahwa jumlah pengaduan nasabah atas kasus transfer antarrekening tersebut mulai menurun pada tahun 2010. Sampai semester 1 2010 jumlah pengaduan tercatat sebanyak 693 pengaduan dengan nilai Rp 955 juta serta 1 pengaduan tanpa keterangan.

Jumlah tersebut belum sampai setengahnya dari jumlah pengaduan tahun 2009 yang tercatat sebanyak 6.498 pengaduan dengan nilai Rp 63 miliar. “ sekarang sudah lebih hati-hati. Nasabah juga gak mau ketipu,” ujar Sondang. (*/OL-2)




Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: