ANZ Frequent Flyer Australia


ANZ Frequent Flyer

Find the latest rewards for ANZ Frequent Flyer

Find the latest rewards for ANZ Frequent Flyer Visa

You could take off sooner with ANZ Frequent Flyer

Two cards. One account. One credit limit. One statement. Simple

  • You could reach your destination sooner, with the benefit of two ANZ Frequent Flyer cards rolled into one credit card account. Turn your everyday purchases and those occasional big purchase items into Qantas Frequent Flyer points1.
  • Keep it simple with one shared account, one total annual fee, one monthly statement and one credit limit for both credit cards.

Bonus points

ANZ Frequent Flyer has a number of bonus partners and there’s no limit to the number of bonus points you can earn. It’s a great way to boost your Qantas Frequent Flyer points1 balance quickly and easily. Visit the ANZ Frequent Flyer Rewards website for the latest Bonus Partners and special offers.

Redeem your points

You don’t have to convert your points with the ANZ Frequent Flyer – they are automatically credited straight to your Qantas Frequent Flyer account.

There are now even more ways to reward yourself using your Qantas Frequent Flyer points. Choose from more options when booking seats with points, shop in the expanded Qantas Frequent Flyer Store and more.

For details on redeeming Qantas Frequent Flyer points, visit Qantas Frequent Flyer.

Loyalty newsletter and guide

Keep up to date with the latest news and changes with your ANZ Frequent Flyer Visa Reward Program:

Not a Qantas Frequent Flyer?

Please note you need to be a member of the Qantas Frequent Flyer program to earn Qantas Frequent Flyer points. A joining fee applies and membership is subject to the terms and conditions of the Qantas Frequent Flyer program.

If you have not supplied ANZ with your Qantas Frequent Flyer number, your points cannot be allocated to your Qantas Frequent Flyer account. Please call ANZ on 13 22 73 to provide us with your correct Qantas Frequent Flyer number so you don’t miss out on earning points. Please note that the Qantas Frequent Flyer membership must be in the same name of the account holder on the credit card account.

If you are not yet a member of the Qantas Frequent Flyer program, you can join online by visiting Qantas Frequent Flyer or join by calling Qantas on 13 11 31.

1. *Points and Bonus Points accrue in accordance with the ANZ Frequent Flyer Reward Terms and Conditions (please call 13 22 73 for a copy). Purchases exclude cash and cash equivalent transactions. An Account Holder must be a member of the Qantas Frequent Flyer program to earn and redeem Qantas Frequent Flyer points. A joining fee applies. Membership of the Qantas Frequent Flyer program is subject to the Terms and Conditions of the Qantas Frequent Flyer program. This Points information displayed on this page applies to new customers only. Existing customers may be subject to a different Points earn rate on both their ANZ Frequent Flyer American Express card and/or ANZ Frequent Flyer Visa card. Existing customers should call 13 22 73 for information regarding the Points earn rate that applies to their account.

® American Express® is a Registered Trademark of American Express Company. The ANZ Frequent Flyer American Express card is issued by Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ) pursuant to a license from American Express.

Layanan Pembayaran


Layanan Pembayaran Kartu kredit ANZ Kartu kredit ANZ dari akuisisi
ANZ ATM - GRATIS
ANZ teller Rp 50.000 Rp 50.000
ATM OCBC NISP Rp 5.000 Rp 5.000
ATM BCA, m-Banking BCA, Klik BCA, Klik BCA Bisnis, BCA by Phone Rp 7.500 Rp 7.500
ATM BII, BII internet banking, BII phone banking Rp 5.000 Rp 5.000
ATM Bank Mandiri, Mandiri internet banking, Mandiri SMS banking Rp. 5,000 Rp. 5,000
ATM/SST CIMB Niaga, CIMB Niaga access, CIMB Niaga Ponsel Access, CIMB Niaga Global Access Rp 5.000 Rp 5.000
ATM BNI, BNI internet banking, BNI SMS banking, BNI PhonePlus Rp 5.000 Rp 5.000
ATM Bank Permata, Permata Shop, Permata Tel, Permata Mobile & Net, Permata EDC mini ATM Rp 5.000 Rp 5.000
ATM BRI, SMS Banking BRI Rp 5.000 Rp 5.000
Bank BRI teller Rp 10.000 Rp 10.000
ATM Panin, Mobile-Panin, Internet Panin, Call Panin Rp 5.000 Rp 5.000
Bank Panin teller Rp 5.000 + biaya admin
(Biaya admin: Non Nasabah Bank Panin Rp 50.000)
-
Bank Ekonomi teller Rp 5.000 + biaya admin
(Biaya admin: Nasabah Bank Ekonomi Rp 5.000, Non Nasabah Bank Ekonomi Rp 50.000)
-
Ekonominet Rp 5.000 -
Bank Bukopin teller, ATM Bukopin Rp 5.000 -
ATM Bank Danamon Rp 8.000 -
Danamon mobile banking, Danamon internet banking Rp 5.000 -
Kantor pos SOPP - Rp 6.500
Transfer antar bank Beragam untuk setiap bank Beragam untuk setiap bank

*Berlaku untuk kartu kredit yang diawali dengan nomor: 525644, 512021, 528912, 512422, 510217..

Platinum to Platinum


 

Referensikan rekan Anda dan menangkan salah satu hadiah menarik dari ANZ Platinum to platinum. Untuk setiap referensi Anda yang disetujui akan mendapatkan Dana Belanja Rp 150.000*.

* Syarat dan Ketentuan Berlaku

Jualan online di Internet dengan pembayaran kartu kredit


 

Cukup banyak calon pedagang online di Indonesia yang menanyakan saya, bagaimana cara mengurus pembayaran online agar bisa jualan di Internet.

Banyak 3rd party untuk credit card payment gateway via internet. Tapi untuk di Indonesia masih sedikit, dan kebanyakan terus tidak bisa berjalan. Contoh www.commerce.net.id atau www.cipas.com (Cipas sebetulnya perusahaan Malaysia kalau tidak salah, tapi memiliki kantor di Indonesia). Dulu BII juga menyediakan jasa ini. Ada beberapa yang lain, tapi saya sendiri kurang tahu.

Jadi pemilihan 3rd party terpaksa harus anda lakukan dengan pihak yang ada di luar negeri. Sebaiknya mungkin anda cari yang sudah bekerja sama atau dipercaya oleh Verisign misalnya. Agak repot emang urusan yang satu ini.

Kesulitan lain yang mungkin terjadi, anda sudah harus mempunyai aplikasi online (shopping cart) yang kemudian akan dihubungkan dengan sistem paymetn gateway mereka. Jadi anda harus bekerja sama dengan pembuat web anda, dan memberikan object yang diberikan oleh 3rd party ini. (Oh ya, merchant tidak diperbolehkan menyimpan data credit card lho). Sebaiknya anda juga menggunakan jasa konsultan pembuatan web yang baik. Kalau menggunakan pembuat web yang ‘asal’, kemungkinan anda malah enggak punya shopping cart yang memadai.

Begitu website dengan shopping cart anda selesai, kemudian menempelkan object code yang diberikan si penyedia jasa pembayaran, anda sudah bisa jualan ke se antero dunia. Selesai?

Resiko berjualan dengan pembayaran Credit Card

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Tingkat fraud credit card masih tinggi. Anda harus bersiap-siap menanggung kerugian apabila si pembeli menggunakan credit card secara illegal. Penyedia jasa pembayaran tidak akan membayar anda jika hal ini terjadi. Sederhananya, andalah yang menanggung akibatnya jika terjadi apa-apa dengan kartu kredit ini. Adil? Tapi inilah syarat yang diberikan oleh penyedia jasa pembayaran.

Inilah bagian terberat menjadi merchant online. Kalau anda hanya menjual jasa layanan seperti hosting, mungkin anda hanya tinggal memutuskan jasa layanan anda. Tapi kalau berupa produk, dimana anda harus bermodal dulu?

Ada beberapa tips untuk menghindari fraud credit card bagi anda yang sudah menjadi merchant online:

  • Beberapa negara di dunia sudah di ‘black list’ karena sering terjadi fraud, seperti: Africa, Rumania, Nigeria, Malaysia, Slovenia dan Indonesia!. Artinya kalau anda pemegang kartu kredit Indonesia, jangan harap kartu anda bisa untuk membeli barang online. Jadi kalau anda sebagai merchant ragu … jangan dikirim.
  • Pembeli beralamatkan di Thailand, misalnya, tapi menggunakan kartu kredit USA, ini juga harus dicurigai.
  • Walaupun sudah di blacklist atau enggak bisa pesan online, Carder (istilah untuk pengguna kartu kredit illegal) Indonesia sering mengakali dengan cara lain. Mereka bisa menelepon anda, kemudian memesan via telepon/fax, dan memberikan data kartu kredit mereka. Sebaiknya ini juga jangan di percaya. Bahkan jika mereka bisa membuktikan dapat memberikan laporan pembayaran kartu kredit selama 3 bulan terakhir. Ada baiknya konfirmasi ke bank yang memberikan kartu kredit, dan minta bank untuk memberitahu pelanggannya bahwa ada transaksi ke anda. Jika pihak Bank kemudian memberitahukan bahwa kartu kredit tersebut tidak digunakan, maka batalkan saja.
  • Dan masih banyak cara-cara jahat lainnya yang masih belum saya tahu. Jika anda tahu, mohon beritahu saya juga.

VISA dan Mastercard sedang mengupayakan agar transaksi online di internet harus menggunakan nomor pin yang dapat diubah-ubah oleh pemiliknya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadikan eCommerce di Internet lebih baik dan menghilangkan citra buruk di masa lampau. Sayangnya, si pemilik harus mau berepot-repot ria mendaftarkan diri ke bank yang mengeluarkan kartu. Ini mengurangi kesempatan orang untuk berbelanja online.

Terakhir saran saya, kalau bisa, cari penyedia jasa Payment Gateway yang sudah menggunakan ini. Mudah-mudahan anda sebagai merchant akan terlindungi.

ANZ Rampungkan Akuisisi RBS di Indonesia


Senin, 14 Juni 2010 13:18 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Australia and New Zealand Banking Gorup Limitted (ANZ) akhirnya menyelesaikan proses akuisisi atas bisnis retail, komersial dan perbankan swasta Royal Bank of Scotland (RBS) di Indonesia, sekaligus menandai rampungnya seluruh proses akusisi bisnis RBS oleh ANZ di enam negara di Asia. 

CEO ANZ untuk Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Alex Thursby dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin menyebutkan, ANZ sekarang memiliki bisnis berskala besar di Indonesia dengan 28 kantor cabang di 11 kota.

Hal ini menempatkan perusahaan yang berasal dari Australia dan Selandia Baru tersebut pada posisi yang kuat dalam memberikan layanan perbankan retail yang fokus pada hubungan nasabah dari kalangan atas (affluent retail clients).

“ANZ memiliki lebih dari 900.000 nasabah di Indonesia, dan kami akan terus berinvestasi untuk mendukung nasabah kami di di pasar utama ANZ termasuk Indonesia,” katanya.

Indonesia merupakan pasar ke enam dan terakhir, di mana bisnis RBS telah bertransisi menjadi ANZ, setelah selesainya proses akuisisi di Filipina, Vietnam, Hong Kong, Taiwan dan Singapura.

“Kami telah menyelesaikan proses akuisisi RBS di enam negara, sehingga akan mempercepat pelaksanaan strategi regional kami yang jitu serta pengembangan basis usaha yang kuat untuk bisnis perbankan retail, wealth dan commercial di seluruh wilayah,” kata Alex.

ANZ telah mentransformasi 18 kantor cabang dan 29 ATM RBS di Indonesia dengan brand ANZ, serta proses pemindahan para nasabah dan karyawan RBS menjadi ANZ juga berlangsung tanpa gangguan yang berarti.

ANZ juga akan membuka satu kantor cabang baru di Palembang, ibu kota Sumatra Selatan, sehingga ANZ akan memiliki 28 kantor cabang di 11 kota besar di Indonesia.

Sementara itu, nasabah RBS yang terdahulu akan tetap dilayani oleh relationship manager yang sama dan akan terus dapat memiliki akses ke kantor cabang, ATM, layanan perbankan online serta 17.000 jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia.

ANZ telah beroperasi di Indonesia sejak 1973, dan kini ANZ menawarkan beragam layanan perbankan menyeluruh, termasuk perbankan retail, kesehatan, komersial, institutional dan swasra.
(M041/B010)

ANZ di Indonesia


ANZ Group hadir pertama kalinya sebagai kantor perwakilan Grindlays di Indonesia pada tahun 1973.

Pada tahun 1993, ANZ Group bersama PT Panin Bank Tbk (Panin) mendirikan sebuah bank campuran yang dikenal sebagai PT ANZ Panin Bank (ANZ) dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing sebesar 85% oleh ANZ Group dan 15% oleh Panin.

Pada tahun yang sama, ANZ mulai masuk ke pasar Indonesia yang tengah berkembang pesat dengan menawarkan berbagai produk dan layanan menarik bagi para nasabahnya.

Melalui divisi Institutional, Commercial, Private Banking, Retail dan Wealth, dan Consumer Finance, ANZ senantiasa berupaya mengembangkan produk dan layanan inovatif bagi para nasabah sesuai dengan dinamika perilaku konsumen, gaya hidup dan tren global.

Tonggak Penting ANZ

1973

Hadir di Indonesia sebagai kantor perwakilan ANZ Grindlays

1993

  • Membuka joint venture bank dengan nama PT ANZ Panin Bank dengan kepemilikan saham 85% bagi ANZ Banking Group Ltd dan 15% bagi PT Panin Bank
  • Membuka cabang di Senayan

1997

Memulai bisnis kartu kredit di Indonesia

2000

Meluncurkan kampanye kartu kredit pertama bersamaan dengan Olimpiade Sydney 2000

2001

Meluncurkan ANZ Platinum Card

2005

Meluncurkan Kartu Cicilan

2007

  • Meluncurkan ANZ Black Card
  • Membuka cabang di Medan
  • Pinjaman sindikasi USD 750M untuk Adaro Indonesia

2008

  • Meluncurkan ANZ Femme Card
  • Membuka cabang ANZ Tower, Jakarta
  • Membuka dua cabang di Surabaya
  • Pinjaman bilateral USD 20M untuk Petrosea
  • Pinjaman sindikasi USD 40M untuk Kaltim Prima Coal
  • Pinjaman USD 300M untuk Bayan Resources

2009

  • Meluncurkan logo ANZ yang baru
  • Membuka cabang di Kelapa Gading, Jakarta
  • Membuka cabang di Pondok Indah, Jakarta
  • Meluncurkan ANZ Priority Banking
  • Membuka cabang di Semarang
  • Membuka cabang di Pluit, Jakarta
  • Membuka cabang di Bandung
  • Pinjaman Bilateral IDR 1T untuk Telkomsel
  • Pinjaman sindikasi USD 700M untuk Pertamina
  • Pinjaman sindikasi USD 500M untuk Adaro

2010

  • Membuka cabang di Palembang
  • Menyelesaikan proses akuisisi RBS
  • Pinjaman Bilateral USD 50M untuk Pamapersada
  • Pinjaman Bilateral IDR 130B untuk Ultrajaya

ANZ Bank offering Margins under duress


 

ANZAustralia’s third- biggest bank by market worth, Australia & New Zealand Banking Group Ltd., expressed that the lending productivity will be under duress for as a minimum of 18 months as financial support expenditure increase subsequent to the worldwide financial disaster.

Of the Melbourne- pedestal bank’s A$100 billion ($98 billion) of financial support, regarding A$20 billion was on loan at contemptible rates prior to the hold back and margins shall slender as that is put back, ANZ Bank expressed in a compliance to a Senate question into banking opposition.

Rivalry has in addition completed it extra classy to draw sum, as per the bank.

According to ANZ Bank, today the expenditure of lifting finances from wholesale markets and clientele payment are important indicators of the cost of credit products.

ANZ Bank trails Commonwealth Bank of Australia, National Australia Bank Ltd. and Westpac Banking Corp. in shielding their supremacy of the banking business in declaration to the investigation that is owing to account March 31. Treasurer Wayne Swan strategy to proclaim a set of improvements inside a week intended at mounting opposition among Australian financial-services source.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.